Warning: error_log() has been disabled for security reasons in
/home/kepuncak/public_html/wp-includes/wp-db.php on line
1036

Maksudnya:
[1] Demi Masa!
[2] Sesungguhnya manusia itu dalam kerugian -
[3] Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal soleh, dan mereka pula berpesan-pesan dengan kebenaran serta berpesan-pesan dengan sabar.
Assalamualaikum, pada pagi permulaan tahun baru ini tiada kisah kebahagiaan rumahtangga yang ingin saya coretkan. Tetapi sekadar coretan tentang kehidupan kita dengan peredaran masa yang berlalu begitu pantas. Hingga saya sendiri rasakan masa telah jauh meninggalkan saya hingga saya tidak mampu mengejarnya.
Mana tidaknya, diam tidak diam, masa terus berlalu meninngalkan kita. Saat berganti minit.. Minit berganti Jam.. Jam berganti hari dan seterus.. Masa terur beredar.. Kini Tahun 2010 melabuhkan tirainya. Mencatat segala nostalgia pahit manis kita. Kegagalan dan kejayaan yang tercipta..
Permulaan hari ini, 1 Januari 2011, mungkin antara kita ada yang menyambutnya dengan penuh kesyukuran. Ada juga menyambutnya dengan tangisan kesedihan. kelahiran dan kematian.. Pasti juga terjadi..
Turut juga ada antara kita yang malam tahun baru ini terleka dan terlupa lalu hanyut dibuai kenikmatan sementara.. Bila tersedar esok kita dapati kita telah pun kehilangan apa yang patutnya kita pertahankan.. Dan kita mula tangiskan dengan penuh sesalan namun apakah ertinya?
Lebih teruk lagi seandainya apa yang kita nikmati malam ini membuah hasil yang tidak sepatutnya. Dan akhirnya kelahiran yang sepatutnya disambut dengan penuh kegembiraan dan kesyukuran disambut dengan perasaan takut dan benci.. Maka terjadilah pembunuhan yang tidak diingini.
Tahun baru yang menjelang ini seharusnya kita bersama merenung dan menilai semula. Apa yang telah kita tinggalkan dan apa pula yang akan kita bekalkan kelak. Sepanjang hari-hari yang telah pun kita lewati apakah kita rasa ia adalah yang terbaik dalam hidup kita?
Kita kena juga renung semula, Sepanjang kehidupan kita di dunia ini, apakah telah kita laksanakan tanggung jawab dengan sewajarnya? Telahkah tertunai apa yang telah diamanahkan buat kita? Jika belum, maka ambik lah kesempatan umur yang masih ada untuk tunaikan segala yang kita abaikan selama ini.. Tunaikan segala amanah yang kita terlupa sebelum ini.
Bila kita menyebut tahun baru pasti kita sinonim mendengar orang akan menanam azam. Azam untuk menjadi insan yang lebih sempurna Namun azam itu sering hanya menjadi pemanis mulut. persoalannya berapa peratuskah didunia ini yang berjaya mencapai azamnya?
Namun janganlah kita jadikan kegagalan itu satu alasan untuk kita merasa berputus asa. Kerana azam yang terlafaz itu bukan hanya untuk tahun baru. tetapi selagi kita ada hanyat maka tanam lah azam untuk kita berhijrah menjadi lebih baik dan sempurna. Kerana azam itu adalah sumber kekuatan. Dan usaha yang berterusan adalah kunci utama kejayaan dalam kehidupan.
Dan jangan kita lupa sempena tahun baru ini, Pastinya kita akan rasa lebih bersemangat. Oleh itu, semangat kita yang berkobar kobar dalam memburu kejayaan hidup dunia hendaklah kita seiring dengan memburu bekalan buat kehidupan di akhirat kelak. Sebaiknya kehidupan adalah kehidupan yang “Wasatiah” yakni seimbang. Seimbang dalam keperluan dunia dan akhirat.

Bukankah demi masa kita ini sentiasa dalam kerugian. Ia telah jelas bagi kita bukan.? Peluang kehidupan yang kita ada tidak pernah kita gunakan dengan sebaiknya.. Malah kita biarkan diri kita hanyut mengejar hal dunia semata. Jika kita kupas dalam Al-quran. Telah termaktub satu surah yang telah menyatakan Allah telah bersumpah dengan masa.
Al-Ashri. Demikian bunyi ayat pertama dari surah al-Ashr. Surah yang sangat dalam dan luas isi kandungannya. Bahkan menurut ahli tafsir Muhammad ‘Abduh, bahwa seandainya hanya surat Al-Ashr ini saja yang diturunkan, maka sudah cukup mengkiaskan seluruh kandungan Al-Quran.
Dalam surah tersebut, Allah SWT bersumpah dengan masa. Tentu kita akan bertanya, kenapa Allah bersumpah dengan masa?. Kenapa Allah bersumpah dengan makhluknya? Sementara kita makhluk-Nya tidak boleh bersumpah dengan selain Allah, karana Dia yang menciptakan seluruh makhluk di alam ini. Kita bersumpah dengan menyebut khaliq (yang menciptakan) para makhluk. Tetapi Allah bersumpah dengan masa, sesuatu yang kebih rendah dari Dzat Allah itu sendiri. Tak lain sebabnya adalah karena masa/waktu itu penting.
Setiap kali Allah bersumpah dengan sesuatu, maka berarti Allah menyuruh kita untuk memperhatikannya. Allah bukan hanya bersumpah atas masa, tetapi juga atas matahari, bulan, siang, malam dan sebagainya. Semuanya itu bertujuan supaya kita memperhatikan benda-benda dan makhluk-makhluk tersebut dalam rangka menambah keimanan kita kepada Allah SWT.
Allah bersumpah dengan masa, karana masa itu adalah sesuatu yang sangat penting. Dimana letak pentingnya masa? Karana masa itu terus berjalan. Masa tidak pernah berhenti, walaupun sesaat. Masa terus berputar dengan cepat. Masa tidak dapat kita kejar. Jangankan masa 5 atau 10 tahun yang lalu, sedetikpun waktu yang baru lewat tidak dapat kita kejari semula.
Pepatah Arab mengatakan, “Waktu itu laksana pedang, jika tidak kamu yang memotongnya, maka dia akan memenggalmu”. Dalam menyikapi waktu hanya ada dua pilihan. Mau menjadi orang yang dipenggal oleh waktu (merugi), atau sebaliknya menjadi yang memotong (mengambil keuntungan) dari perjalan waktu.
Dalam ayat selanjutnya dari surat Al-Ashr, Allah SWT menegaskan bahwa semua manusia pada hakekatnya merugi (la fii khusriri). Yang tidak merugi hanya orang-orang yang melakukan empat hal.
- Aamanuu, yang beriman (beriman kepada Allah, malaikat, kitab-kkab, rasul-rasul, hari akhir, dan takdir dan ketentuanAllah).
- Wa ‘amilushshaalihaati, yang beramal shaleh baik sifatnya vertikal maupun horizontal, baik amal-amal mahdhah (ritual) maupunamal-amal sosial.
- Wa tawaashau bil haqqi, saling menasehati kepada kebenaran dengan cara yang benar.
- Wa tawashau bishshabri, saling memberi nasihat untuk bersikap sabar dengan cara sabar.
Merugi di sini tidak sama seperti meruginya pedagang. Rugi yang dimaksud merangkumi makna dan pengertian yang sangat luas, kerugian di dunia dan kerugian di akhirat. Di dunia, hidupnya tidak pernah tenteram, walaupun segala keperluannya terpenuhi, dan di akhirat akan menerima azab yang maha dahsyat.
Orang yang beriman tidak akan merugi, sebab ia mempunyai tali untuk bergantung, rumah tempat berteduh, dan tempat untuk berlindung, yaitu Allah SWT. Orang yang tidak beriman kepada Allah, sama dengan orang yang tidak mempunyai tempat untuk berlindung. Ibarat orang yang berada di tengah lautan tanpa bantuan pelampung. Akibatnya ia akan terombang-ambing didera ombak gelimbang kehidupan dunia. Kadang-kadang dengan sedikit musibah yang menimpanya, dia sudah putus asa. Sedikit saja bahaya yang mengenai dirinya, dia mau bunuh diri.
Namun, iman saja belum cukup. Iman harus diikuti dengan amal sholeh. Iman letaknya di dalam hati, harus dizhahirkan (ditampakkan) dengan amal shaleh. Orang yang mengaku beriman, tetapi amal/ tingkah lakunya tidak shaleh, maka belum termasuk orang yang beriman dalam konteks surat Al- Ashr.
Selanjutnya, mereka yang beriman dan beramal shaleh, haruslah saling memberi nasehat, wasiat kepada kebenaran (haq) dengan cara yang benar (ma ‘ruf), dan saling memberi nasehat, wasiat untuk senantiasa menjadi orang yang sabar dan dengan cara-cara yang sabar pula, tidak gegabah dan emosional.
Kata “saling” dalam terjemahan ayat mengindikasikan, bahwa memberi nasehat atau wasiat adalah kewajiban setiap orang yang beriman yang ingin beramal sholeh, tidak harus dimonopoli oleh orang-orang tertentu, sehingga orang-orang selain mereka tidak berhak menyampaikan nasehat. Semua manusia makhluk Allah SWT, sangat berpotensi berbuat khilaf, siapa pun dia. Nah, mereka yang mau terbuka menerima masukan orang lain, akan terbebas dari belenggu kerugian, karena masukan tersebut telah membuat dirinya tidak berlarut-larut dalam kekeliruan yang tidak diketahuinya sebelumnya.
Jadi sempena tahun baru ini. Jelaslah ingin saya sampaikan bahawa hargailah masa yang telah Allah kurniakan buat kita untuk kita beramal dan bertakwa kerana hanya amal dan takwa yang membuat kita tergolong dalam orang-orang yang beruntung dunia dan akhirat. Akhir kata dari saya semoga hari yang akan mendatang menjanjikan kehidupan yang lebih baik buat kita semua.